Read Saia by Djenar Maesa Ayu Free Online


Ebook Saia by Djenar Maesa Ayu read! Book Title: Saia
Date of issue: January 2014
ISBN: No data
ISBN 13: No data
The author of the book: Djenar Maesa Ayu
Language: English
Format files: PDF
The size of the: 2.74 MB
Edition: Gramedia Pustaka Utama

Read full description of the books Saia:

Kesan saya selama membaca buku ini..., saya merasa sedih karena dalam cerita-cerita ini perempuan digambarkan dengan sangat menyedihkan. Seolah perempuan tidak ada harganya, dan hanya menjadi objek komoditi seksual belaka. Awalnya mau ber-positif thinking dengan menemukan "sesuatu" (dalam artian positif) yang mungkin akan saya temukan di buku ini (seperti yang bisa saya dapatkan dari Saman-nya Ayu Utami). Tapi ternyata..., nol besar. Saya justru kecewa karena si penulis dengan mudah mengumbarkan perempuan sebagai objek pemuas nafsu para lelaki. Entah posisi perempuannya itu di sini sebagai pelacur, selingkuhan, orang yang dengan mudah menyerahkan keperawanannya dan (maaf) selangkangannya hanya demi memuaskan lelaki semata.

Menjijikan. Iya, benar, saya harus mengakui kalau membaca novel ini tidak hanya membuat saya mengernyitkan dahi saja tapi juga mau muntah (literally, saya beneran mau muntah).

Saya mau sedikit cerita kenapa akhirnya mau memutuskan membaca buku ini. Jadi, sebenarnya pertama karena penasaran. Waktu saya menemukan novel ini terbuka di Gramedia, pas iseng membukanya, ketemu di halaman yang isinya cuma "tik-tok-tik-tok" dan seterusnya sampai rasanya capek bacanya. Tapi, gaya penulisannya yang menurut saya unik itu membuat penasaran. Namun karena tahu bagaimana cerita-cerita Djenar, rasanya kok malas mengeluarkan uang untuk buku yang begini. Lalu tadi saat saya sedang di Perpusda, cukup kaget karena mendapatkan banyak buku-buku baru di sana dan menemukan buku ini. Mulanya juga nggak mau pinjam, tapi pas lagi iseng duduk habis dua cerita, akhirnya penasaran juga dan langsung pinjam lalu selesai dalam beberapa jam saja.

Menyesal? Iya. Saya merasa menyesal karena novel ini dengan menyedihkan menjadikan perempuan sebagai komoditi seksual yang..., tolong, saya malu membacanya. Dibandingkan dengan karya Ayu Utami yang saya saja sudah ngerasa nggak banget (meskipun begitu masih saya kasih bintang 3), buku ini jauh jauh jauuuuh nggak banget lagi. Kalau mau review sekilas bercerita tentang apa sajakah cerpen di buku ini, ini dia kilasannya:

Air bercerita tentang air mani (kayaknya sih gitu), yah intinya adalah perjuangan seorang ibu yang melahirkan anak tanpa ayah. Dan Lalu tentang anak yang menjadi korban KDRT oleh orangtuanya lalu menjual dirinya pada pacar yang pacarnya justru malah menjual si perempuan ini beneran sama lelaki hidung belang. Nol-Dream Land, seorang yang terkurung dalam pernikahan hasil perjodohan oleh orangtuanya. Sementara tentang seorang perempuan yang terkena HIV/AIDS karena seks bebas. Kulihat Awan tentang seorang anak pembantu hasil perbuatan Ibu dan majikannya. Fantasi Dunia tentang Ibu yang membesarkan anaknya hasil perbuatan di luar nikah seorang diri. Saia saya nggak tahu ini cerita tentang apa. Qurban Iklan, cerita menjijikan tentang diare dan aktivitas di dalam bilik termenung alias WC. Urbandit tentang lima orang wanita urban dengan gaya hidup mereka masing-masing, keempatnya menggunjingkan Nayla yang seorang single parent, padahal hidup mereka sendiri lebih menjijikan dari kehidupan teman yang mereka pergunjingkan. Gadis Korek Api, seorang gadis kecil korban penculikan yang dijadikan barang jualan seks oleh Mami mucikari (penikmatnya pun bocah-bocah anak jalanan T-T what the hell ini buku apaan sih?!). Air Mata Hujan, isinya cuma garis miring yang mungkin itu adalah hujan dan perlambang tangisan. Insomnia tentang perempuan yang insomnia dan memilih untuk pergi ke diskotik karena tidak menemukan konsep pulang pada rumahnya. Dewi Sialan! Tentang istri yang mengendus bau perselingkuhan suaminya dengan seorang yang bernama Dewi Malam. Mata Telanjang adalah kisah tentang seorang pelacur, seorang yang demi memuluskan bisnis dengan rekan bisnisnya, selalu membawa mereka ke tempat hiburan malam, lalu dia naksir salah satu pelacurnya, dan tersandung masalah: rekan bisnisnya menginginkan pacarnya itu untuk ditiduri. Ranjang ini sebuah cuplikan novelnya Djenar (yang dengan yakin, nggak akan saya beli).

Dengan banyak membaca buku berbagai genre maupun tema, saya jadi paham bahwa kekuatan menulis bisa mentransformasikan ide si penulis kepada para pembacanya dengan tidak disadari oleh pembaca. Saya sepertinya tahu ide apa yang ingin disusupkan dalam kisah ini (katakan saya parno atau gimana). Tapi, saya begitu merasa tidak terima dengan salah satu cukilan cerita Sementara. Nayla (tokoh di dalam kisah itu) mengatakan bahwa:

"Kata sudah murah. Dijual dalam khotbah-khotbah. Dikutip dalam ceramah-ceramah.
JAUHI NARKOBA!
SEKS BEBAS ADALAH PINTU MENUJU NERAKA!
Padahal Nayla tahu orang-orang yang kerap obral moral di pelbagai media itu pelaku dan pengguna juga. Semua mata pun terbuka, saat mereka tertangkap basah sedang berada sekamar dengan perempuan di sebuah kamar hotel berbintang lima. Atau saat di dalam brankas mereka terisi uang suap tak terkecuali narkotika. Munafik! Taik!"
--Halaman 54

Hmmm. Seolah dengan mencecar mereka yang berkhotbah (lalu mengingkari apa yang dikatakan dalam khotbahnya) itu sebagai pembenaran atas kelakuan buruk seseorang yang mengklaim dirinya tidak munafik seperti orang itu. Seolah mencap semua pengkhotbah atau pemberi ceramah adalah pelaku dan pengguna juga, padahal yang tertangkap basah (kalau memang ada) hanyalah oknum. Yang perlu dilihat di sini adalah: tentang orang pertama yang baik, namun munafik. Lalu orang kedua adalah yang tidak munafik tapi berbuat semaunya (seks bebas, narkoba, dan lain jenisnya). Jadi, meskipun dua orang itu tidak dapat dibenarkan perilakunya, namun orang baik (yang munafik), dengan kebaikan yang diucapkannya memiliki nilai kebaikan pula pada apa yang ia sampaikan (efeknya ke sosial). Namun orang yang tidak baik, meskipun mengklaim dirinya tidak munafik, dia memberikan sumbangsih yang negatif terhadap lingkungan. Saya tidak memberikan pembenaran karena memang tidak ada yang benar dari keduanya. Tapi yang saya bahas di sini adalah tentang persepsi. Orang yang tidak baik lantas menuding perilakunya lebih baik ketimbang orang baik (entah dia munafik atau tidak) jelas tidak dibenarkan. Apalagi jika memang benar bahwa orang yang sok baik itu ternyata berperilaku tidak baik, tidak juga berlindung di belakang perkara ini untuk membenarkan perilakunya yang tidak baik tadi.

Yaaa, maafkan racauan saya tentang baik dan buruk ini. Saya pribadi tidak mengklaim diri saya sebagai orang baik meskipun saya sedang berupaya keras untuk menjadi orang baik. Tapi, saya rasa ketika membicarakan tentang nilai moral dan budaya, Indonesia masih memegang teguh norma ketimurannya dengan menjaga norma yang ada. Ketika kemudian dengan menuliskan buku ini penulis menggembar-gemborkan tentang "syahwat merdeka" tentu saja itu tidak dapat dibenarkan.

Boleh sependapat atau tidak tapi inilah penilaian saya terhadap buku yang saya baca ini. Kalau ditanya kapok atau tidak membacanya, jujur saya katakan kalau saya kapok. Tapi setidaknya saya mendapatkan perspektif baru. Bukan tentang tema seksualitasnya tentu saja, tapi sepertinya saya bisa sedikit mengulik isi pemikiran penulis terhadap perspektifnya tentang tema yang dia angkat (dan berhasil membuat saya kepo tentang kehidupan penulisnya..., okelah untuk bagian itu saya nggak perlu bahas di sini :)).

Read Ebooks by Djenar Maesa Ayu



Read information about the author

Ebook Saia read Online! Djenar Maesa Ayu started her writings on many national newspapers. Her first book "Mereka Bilang Saya Monyet!" has been reprinted more than 8 times and shortlisted on Khatulistiwa Literary Award 2003.

Her short story “Waktu Nayla” awarded the best Short Story by Kompas in 2003, while “Menyusu Ayah” become The Best Short Story by Jurnal Perempuan and translated to English by Richard Oh with title “Suckling Father”.

Her second book "Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)" was launch February 2005 and also received great success. The amazing part is this book reprinted two days after the launching.

Other books by Djenar:
* Nayla
* Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek


Ebooks PDF Epub



Add a comment to Saia




Read EBOOK Saia by Djenar Maesa Ayu Online free

Download PDF: saia.pdf Saia PDF